Artikel

HOW TO COACH "DIFFICULT EMPLOYEE"?

HOW TO COACH "DIFFICULT EMPLOYEE"?

Posted by Admin 181

Pernahkah Anda mendengar kata difficult employee?

Kata ini ditujukan untuk karyawan yang cenderung menimbulkan konflik di dunia kerja. Perilaku ataupun sikap difficult employee sangat bervariasi, namun umumnya terdiri atas sikap atau perilaku yang dapat mengganggu produktivitas, kerjasama maupun iklim kerja di dalam suatu organisasi. 

Difficult employee dapat menimbulkan stres yang tinggi bagi pimpinan maupun karyawan lainnya. Namun, terdapat cara yang bisa dilakukan agar dapat membangun hubungan kerja sama yang efektif dengan difficult employee dan memotivasi mereka untuk meningkatkan kinerja. 

Cara yang dapat digunakan yaitu dengan menerapkan kompetensi coaching. Adapun beberapa tips coaching yang dapat diterapkan yaitu:

1. Berikan contoh spesifik perilaku karyawan yang tidak diharapkan oleh perusahaan.

Daripada mengatakan bahwa perilaku karyawan buruk, lebih baik memberitahukan secara spesifik bagaimana perilaku buruk karyawan yang dimaksud. Contohnya memberitahukan bahwa perilaku karyawan yang perlu diperbaiki adalah datang tidak tepat waktu, kurang bisa bekerjasama, ataupun tidak memenuhi target. Penjelasan ini akan lebih spesifik dan tidak menghakimi. 

Selain memberikan informasi yang spesifik, pimpinan juga perlu memastikan keakuratan dari informasi yang diberikan. Deskripsi perilaku karyawan yang tidak tepat atau mudah disangkal akan memperburuk situasi. 

 

2. Cari tahu penyebab dari isu yang dimiliki karyawan.

Diskusikan dengan karyawan terkait penyebab dari isu yang dimiliki karyawan. Jika isunya berupa kesenjangan kinerja, maka bantu karyawan untuk memetakan alasan kesenjangan kinerja yang terjadi. Hal ini dapat menjadi awal bagi karyawan untuk meningkatkan kesadarannya dan mengambil tanggung jawab atas tindakannya. 

Agar dapat memfasilitasi langkah ini, maka pimpinan perlu menggunakan keterampilan mendengarkan secara aktif, mengajukan pertanyaan terbuka, dan memparafrasekan apa yang dikomunikasikan oleh karyawan agar dapat memulai komunikasi 2 arah. 

 

3. Bantu karyawan menemukan penyelesaian dari isunya sendiri.

Sebagai pimpinan, Anda mungkin terbiasa memberikan arahan apa yang harus dilakukan karyawan. Namun, cobalah untuk memberikan kesempatan pada karyawan dalam mencari solusi atas permasalahannya. Pimpinan dapat menggunakan pertanyaan terbuka untuk dapat melatih karyawan dalam menemukan solusi atas permasalahannya. 

Hal yang harus dihindari pimpinan dalam tahap ini yaitu: 

  • Hindari keinginan untuk memberi saran pada karyawan

  • Hindari memberikan judgement atau mengkritik karyawan

 

4. Bantu karyawan menggambarkan apa yang akan terjadi jika karyawan dapat menyelesaikan isunya.

Bantu karyawan untuk menyadari apa yang akan terjadi jika karyawan dapat menyelesaikan isunya. Pimpinan dapat menanyakan hal positif apa yang akan didapatkan karyawan jika isu yang dimiliki terselesaikan. Misalnya jika karyawan dapat mencapai target, maka hal ini dapat menjadi bahan pertimbangan untuk menaikkan jabatan karyawan.

 

5. Bersama sama sepakati hasil diskusi dan action plan yang telah ditetapkan karyawan.

Pada tahap ini, pimpinan bersama dengan karyawan merangkum hasil diskusi yang dilakukan. Pimpinan dapat menggambarkan kembali rencana tindakan dan waktu yang telah direncanakan karyawan dalam usaha menyelesaikan isunya. Selanjutnya, penting bagi pimpinan untuk mengakhiri diskusi dengan suasana yang positif.

 

Anda juga dapat meningkatkan kemampuan dalam menghadapi berbagai isu karyawan lainnya dengan meningkatkan kompetensi coaching yang Anda miliki melalui kelas sertifikasi coaching  Marly Certified Professional Coach

 

Referensi:

Tanner, R. (2023). Motivation-7 steps for coaching difficult employees. Diakses pada tanggal 13 Oktober 2023, https://managementisajourney.com/motivation-7-steps-for-coaching-difficult-employees/.Think-human.com. (2022). 5 Tips For Coaching Difficult Employees. Diakses pada tanggal 13 Oktober 2023, https://think-human.com/5-tips-for-coaching-difficult-employees/.